SMT Simorangkir's profileSMT SimorangkirPhotosBlogListsMore Tools Help

SMT Simorangkir

Jibun de Sagasuru

SMT Simorangkir

Occupation
Location
Interests
My Full name is Sangkot Mangihut Tua Simorangkir
I am 26 years old, Christian, Indonesian. I graduated from Mechanical Engineering Department, Bandung Institute Of Technology (ITB-INDONESIA)
I stay in Japan for several years for working.
I work in Meiwa Mold Co.ltd as an Production Engineer Specialized in 3D Modeling and NC-Data Making.
I'd like to have a lot of friends all over the world
Just view my complete profile
http://simorangkir16.spaces.live.com

Quote of the Day

Loading...

Video

 
September 07

ITB, Apalah guna Indeks Prestasi (IP) tinggi !?

(sumber : milis IA-ITB)

Selamat Datang Nilai AB, BC Dosen ITB 
Apakah Dosen ITB yang Bijak ataukah Dosen ITB yang Kejam akan coba disiasati ITB dengan sistem penilaian ini. Satu-satunya siasat mahasiswa adalah belajar lebih keras lagi. Maklum standar nilai masih ditetapkan oleh dosen ITB sendiri secara personal.  
 
Oleh Cardiyan HIS
 
Ada yang sangat menarik dari acara “Penyegaran Dosen ITB 2008” pada 29 Agustus 2008.  Apa yang disampaikan oleh Prof. Ir. Adang Surahman, Ph.D, Wakil Rektor Senior Bidang Akademik ITB pada acara tersebut adalah pengakuan fakta yang sangat ironis seperti yang ramai diungkapkan pada mailist IA ITB baru-baru ini dengan tajuk “ITB yang Bijak ataukah ITB yang Kejam”.
Statistik Seleksi Masuk Mahasiswa Baru secara Nasional sejak 1977 sampai 2008, selalu menempatkan ITB sebagai PTN di Indonesia dengan standar nilai masuk (passing grade) paling tinggi; nilai rataan tertinggi dan nilai maksimal tertinggi (bahkan bila ditelusuri lagi mahasiswa baru ITB adalah pemilik rataan tertinggi Nilai Ebtanas Murni/NEM Sekolah Menengah Umum; nilai maksimal NEM SMU). Mahasiswa baru yang diterima di ITB adalah 80% berada pada ranking 1-2500 dan 20% berada pada ranking 2501-12.500, dari rata-rata 250.000 peserta seleksi masuk mahasiswa secara nasional bidang IPA. Pokoknya mahasiswa yang masuk ITB itu hebring-lah. Namun pada kenyataannya (antara lain pengalaman dan pengamatan Betti Alisyahbana dalam diskusi di mailist ini),  di dunia kerja, seringkali lulusan ITB bahkan tidak masuk hitungan dalam seleksi administratif karena tersandung permasalahan Indeks Prestasi (IP) yang kecil, jika dibandingkan dengan perguruan tinggi negeri atau swasta lainnya. Jadi hanya sedikit saja pelamar alumni ITB yang masuk short list para recruiter. Hal ini tentu sangat merugikan lulusan ITB khususnya yang mau meniti karier di dunia PNS atau juga pegawai swasta nasional.

Prof. Adang Surahman sendiri mengakui berdasar berbagai kuesioner dan penelitian yang dilakukan Wakil Rektor Bidang Akademis ITB sangatlah sulit untuk mendapatkan nilai A pada sebuah dan apalagi pada banyak matakuliah di ITB. (Saya secara acak sudah “mensurvey” pada Program Studi di ITB bahwa untuk mendapatkan Nilai Huruf A itu mahasiswa harus mendapatkan Nilai Angka ujiannya 95-100). Wakil Rektor Senior Bidang Akademik mendapatkan sebuah fakta bahwa kebanyakan nilai mahasiswa ITB kurang ditentukan oleh kualitas dosen atau proses pembelajaran mahasiswa, tetapi oleh standar yang ditetapkan oleh dosen sendiri yang sangat personal. Disinilah terkuak betapa ITB sendiri tak berdaya atas “kekuasaan” masing-masing dosen ITB. Karena itu sudah menyangkut otoritas dosen ITB masing-masing, maka Rektor ITB sekalipun sebagai “bos” dosen-dosen seluruh ITB, tak bisa “intervensi” agar dosen-dosen mengubah kebijakan penilaian terhadap berkas para mahasiswanya menjadi “lebih bijaksana”.

Maka berdasarkan “keukeuhnya” para personal dosen ITB yang hendaknya tetap dihargai, mulai kurikulum baru 2008 ini, pihak ITB “mensiasatinya” dengan menerapkan sebuah sistem penilaian yang baru. Yaitu selain ada nilai A (4), B (3), C (2), D (1), dan E (0, tak lulus), akan ada nilai AB, dan BC. Dengan adanya nilai antara tersebut, diharapkan dosen dapat “lebih bijak” dalam memberikan penilaian. Sehingga menurut Prof. Adang,  nilai-nilai mahasiswa yang "menyerempet" , dalam hal ini contohnya "B gemuk", dapat dikelompokkan menjadi AB. Bagaimana dengan perhitungan IP? Tidak ada masalah signifikan, mengingat nilai AB adalah setara dengan 3.5, dan BC setara 2.5. Sistem penilaian baru ini akan mulai diterapkan di semester ini, dan berlaku bagi seluruh mahasiswa seluruh angkatan di ITB.
Nah, karena akan mulai diterapkan segera di semester ini, maka mahasiswa ITB hendaknya menyambutnya dengan sedikit gembira, jauhkan dari prasangka dosen ITB itu “kejam” bin ”killer” dsb. Belajar itu harus penuh dengan kegembiraan. Bangga diterima di ITB itu harus diimbangi dengan belajar lebih keras tetapi dalam suasana gembira, jauh dari suasana yang terbebani. Oleh karena itu, para mahasiswa ITB juga hendaknya juga aktif  bersosialisasi dalam kehidupan kampus sebagai proses latihan meraih softskill. Karena disinilah kelemahan umumnya mahasiswa ITB. Nilai IP tinggi itu bagus untuk diraih tetapi belum cukup bila tak memiliki tambahan softskill. Dan itu telah dibuktikan oleh softskill kakak-kakak alumni ITB yang sukses dalam kariernya, baik sebagai “tukang insinyur”, ilmuwan kelas dunia, wirausaha sukses maupun alumni yang telah menjadi Presiden RI dan Perdana Menteri RI (kalau Menteri-menteri alumni ITB sejak republik ini berdiri sudah nggak kehitung lagi sampai lupa namanya kecuali 5 menteri-alumni ITB angkatan 1973 he he he ....!) 

Sebaliknya, kepada para dosen ITB yang telah “disegarkan” oleh Wakil Rektor Senior ITB Prof. Ir. Adang Surahman, PhD -----Seangkatan dengan saya, tetapi saya di Departemen Teknik Geodesi. Di Departemen Sipil ITB, Kang Adang ini nomor pokok mahasiswanya 8173002 artinya ranking dua dari 120 mahasiswa Sipil ITB 1973.  Waktu itu belum ada jurusan Informatika, yang paling top ya Sipil disusul Elektro !!!------ kita berharap otoritas yang dimiliki tidak “disalahgunakan” sebagai “kekuasaan mutlak”. Dosen-dosen ITB juga harus mengevaluasi diri dalam proses belajar mengajarnya. Apakah cara penyampaian kuliahnya sudah komunikatif sehingga mudah diserap oleh mahasiswanya atau sebaliknya hanya pinter untuk diri sendiri. Apakah dosen-dosen senior ITB telah konsisten mengajar secara langsung dan tidak mewakilkan kepada para asistennya?  Apakah ITB juga telah menyediakan sarana dan prasarana bagi 1.035 dosen (730 di antaranya bergelar doktor),  misalnya dengan ruangan dosen yang memadai lengkap dengan koleksi buku-buku mutakhir, karena penulis menemukan banyak fakta kalau profesor doktor ITB yang berkelas dunia pun ruangannya sangat sempit lalu bagaimana ratusan doktor-doktor muda ITB pasti akan lebih sempit lagi atau jangan-jangan ada yang tak memiliki meja kerja ....?
Selamat ujian bagi para mahasiswa ITB dan selamat menilai bagi para dosen ITB yang bijak. And last but not least kepada para alumni (apalagi yang punya anak, mahasiswa ITB he he he ...!) seperti biasa, selamat mengkritisi jalannya penilaian oleh para dosen ITB.

June 23

Semifinal Euro 2008

Akhirnya tiba saat nya untuk serius nonton EURO 2006. Apa sebab? karena EURO 2008 sudah memasuki babak serius SEMIFINAL
German, Turki, Rusia dan Spanyol memastikan diri menjadi semifinalis.

Ada satu hal yg menarik di semifinal EURO 2008 ini yaitu semua tim yg masuk semifinal bukan lah sang juara grup kecuali spanyol yg 15 menit yg lalu hampir saja di bungkam ITALY.

Partai semifinal yg akan berlangsung adalah antara GERMAN vs TURKI dan RUSIA vs SPANYOL

Berikut perjalanan masing2 tim di EURO 2008

klasmen euro 2008

Turki berada di group A bersama Portugal, Swiss, dan Rep.ceko, tampil sebagai juara grup adalah PORTUGAL diikuti oleh Turki sebagai runner UP

German berada di grup B bersama Austria, Kroasia dan Polandia, tampil sebagai juara group adalah Kroasia dan German sebagai runner Up

Sementara di Group C ada Belanda Italy RUmania dan Prancis. Belanda tampil gemilang menyapu bersih semua nilai dan tampil sebagai juara group diikuti Italy sebagai runner up setelah membabat Perancis 2-0.

Di group D ada sang favourit juara Spanyol serta  rusia, swedia dan Yunani. Sesuai dengan prediksi Spanyol tampil sebagai juara group diikuti Rusia sebagai runner UP.

Di Babak perempat final, Turki berhasil mengalahkan kroasia, sementara German menggilas Christiano ROnaldo cs (portugal)

Babak perempat final yg lain antara Rusia vs Belanda, secara mengejutkan Rusia sebagai tim medioker yg ditangani pelatih asal Belanda GUS HIDDINK berhasil meng GAS Belanda yg dilatih oleh Marco Van Basten. Total Footbal ala Rusia lebih sakti dibanding Total footbal nya Belanda.

Spanyol sang kandidat juara dipaksa adu pinalti oleh Italy setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit. Iker Casilas tampil sebagai dewa penentu kemenangan Spanyol setelah berhasil menepis 2 tendangan pinalty Italy.

June 14

Everything look likes the same but they aren't

Pernah ga kalian mengalami suatu keadaan di mana kalian tidak tau harus melakukan aktivitas apa karena sangkin banyak nya hal yg ingin kalian lakukan?
Hari ini, gw mengalami hal itu. Bingung, melongo di depan laptop toshiba kesayangan gw. Cuma klak klik sana sini mengganti ganti desktop background laptop.
Padahal hari ini ada lah hari libur, hari yg seharusnya sangat cocok utk melakukan byk aktivitas lain setelah seminggu berkutat dengan urusan pekerjaan.

Time is running so fast that I can barely follow.

Gw masih merasa asing berada di sini.

Everything look likes the same but they aren't

May 22

Aishatsu

Minna san, watashi wa smt-simorangkir desu. 26 sai desu. Indonesia karakimashita. Nihon ni sunde imasu. Meiwa Mold Japan no kaishain desu. Dozo yoroshiku Onegaishimasu.

おはよう ございます

わたし は SMT-SIMORANGKIR です

にじゅ さい です 

INDONESIA からきました 

日本 に すんで います

MEIWA MOLD JAPAN の かいしゃいん です

どぞ よろしく おねがいします

Makino GF6 Vertical Machine

Dalam 3 bulan ke depan, gw akan mempelajari mesin CNC vertikal buatan makino (www.makino.com) tipe GF6.

makino-gf6

Spesifikasi Makino GF6 sbb :

Table Size 55.1" X 23.6" (1.4 X 0.6meter)
X 41.3" (100 cm)
Y 23.6" (60 cm)
Z 22.0" (50 cm)
Spindel RPM 4500 (kondisi baru)
Rapid Tranverse 472 in/min (12m/min)
Cutting Feedrate 472 in/min (12m/min)
Max Workpeace 74.8" x 31.5" x 14" (190x80x36 cm)
Maximum Payload 3,300 lbs (1.5 ton)
ATC Capacity (Tool Changer) 30
Tool to Tool 5.5 secs
Chip to Chip 13 secs
Maximum Tool Length 15.75" (40 cm)
Maximum Tool Diameter 7.87" (20 cm)
Maximum Tool Weight 33 lbs (15 kg)
Technorati Tags:

Rekan2 kerja ku menyebut Makino GF6 ini dengan sebutan GF ROKU (baca Ji Ef Roku). Karena keterbatasan putaran spindel (hanya 4000 RPM) maka mesin ini hanya dipakai untuk pengerjaan/proses pemesinan Roughing untuk kondisi material sebelum mengalami proses pengerasan HE前 (baca  yaki ire mae)

 
Photo 1 of 3
Thanks for visiting!
Please wait...
Sorry, the comment you entered is too long. Please shorten it.
You didn't enter anything. Please try again.
Sorry, we can't add your comment right now. Please try again later.
To add a comment, you need permission from your parent. Ask for permission
Your parent has turned off comments.
Sorry, we can't delete your comment right now. Please try again later.
You've exceeded the maximum number of comments that can be left in one day. Please try again in 24 hours.
Your account has had the ability to leave comments disabled because our systems indicate that you may be spamming other users. If you believe that your account has been disabled in error please contact Windows Live support.
Complete the security check below to finish leaving your comment.
The characters you type in the security check must match the characters in the picture or audio.
Ilo wrote:
Nice Look ....
Happy blogging !
Apr. 18